Candi Tegowangi Kediri

Okey Gaes...!

Assalam mu'alaikum Warohmatulohi Wabarakatuh.

Jumpa kembali dengan kita tentunya masih di channel kesayangan kita bersama, Lereng Kelud Hunters...All Life Chanels,
Eksplore Anytime..Anywhere..! 


Kali ini kita akan mencoba mengulas sebuah situs bersejarah yang berada di kabupaten kediri. Sebuah situs peninggalan era Kerajaan Majapahit yang masih berdiri megah dan indah selama ratusan tahun lamanya. 
Situs bersejarah apakah itu?.
Tepat sekali..!. Candi Tegowangi... 
Semoga video ini dapat menjadi refrensi yang baik dan tentunya menarik untuk disimak. 
Yuk...simak baik baik ulasan kita gaes..!. 
Pasti seru pasti asik..!. 

Candi Tegowangi dapat pula disebut Candi Sentul. 
N. W. Hoepormans tercatat sebagai orang yang pertama kali membuat tulisan tentang Candi Tegowangi, setelah itu diikuti oleh R.D.M Verbeek, J. Knebel  tahun 1902, dan P.J Perquin tahun 1915. 
Pemugaran candi Tegowangi dilakukan pada tahun 1983 sampai dengan tahun 1984.

Candi Tegowangi terletak di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa timur, Indonesia. 

Dijelaskan dari Kitab Pararaton, candi Tegowangi merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Sedangkan menurut kitab Nagara Kertanegara dijelaskan bahwasannya Bhre Matahun meninggal pada tahun 1388 Masehi. 
Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, diperkirakan candi Tegowangi dibuat pada tahun 1400 Masehi dimasa kerajaan Majapahit. Karena biasanya pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah seorang raja meninggal dunia dengan upacara srada.

Menurut kitab Nagara Kertagama Candi Tegowangi merupakan candi pendharmaan Raja Watsari. Sedangkan Raja Matahun, adalah ipar dari Raja Hayam Wuruk yang meninggal pada tahun 1388. Saat Candi Tegowangi belum selesai dibangun Raja Matahun sudah meninggal, sehingga panil bagian akhir relief cerita Sudamala tidak dikerjakan. 

Secara umum candi Tegowangi berdenah bujur sangkar menghadap ke barat dengan memiliki ukuran 11,2 kali 11,2 meter dan tinggi 4,35 meter. 
Pondasi Candi Tegowangi terbuat dari bata sedangkan batu kaki dan sebagian tubuh yang masih tersisa terbuat dari batu andesit. 
Bagian kaki candi berlipit dan berhias.
Struktur dari candi ini berbentuk kaki candi dua tingkat dengan tinggi keseluruhannya 4,35 meter.
Tiap sisi kaki candi ditemukan tiga panel tegak yang dihiasi raksasa (gana) duduk jongkok, kedua tangan diangkat ketas seperti mendukung bangunan candi. Di atasnya terdapat tonjolan tonjolan berukir melingkari candi, dan di atas tonjolan terdapat sisi genta yang berhias.

Pada bagian tubuh candi di tengah-tengah pada setiap sisinya terdapat pilar polos yang menghubungkan badan dan kaki candi. Pilar-pilar itu tampak belum selesai dikerjakan. Di sekeliling tubuh candi dihiasi relief cerita Sudamala yang berjumlah 14 panil yaitu 3 panil di sisi utara, dan 8 panil di sisi barat serta 3 panil lagi disisi selatan. Cerita ini berisi tentang pengruatan (pensucian) Dewi Durga dalam bentuk jelek dan jahat menjadi Dewi Uma dalam bentuk baik yang dilakukan oleh Sadewa, tokoh bungsu dalam cerita Pandawa. Sedangkan pada bilik tubuh candi terdapat Yoni dengan cerat (pancuran) berbentuk naga.

Dihalaman candi Tegowangi terdapat beberapa arca yaitu Parwati Ardhenari, Garuda berbadan manusia dan sisa candi di sudut tenggara. Berdasarkan arca-arca yang ditemukan dan adanya Yoni dibilik candi maka candi ini berlatar belakang agama Hindu.

Candi Tegowangi juga menjadi Lokasi Wisata, baik wisata Religi, Arkeologi, sejarah dan edukasi. 

Candi Tegowangi menepati sebuah areal yang cukup luas dan terbuka. Areal wisata arkeologi dan lain lain ini juga cukup terawat dengan baik, dan di sisi timur candi Tegowangi terdapat pula Candi Surowono dan lain lain yang tentunya juga tidak kalah indah dan tentunya menarik untuk dikunjungi. 

Demikian sekilas kajian kita tentang candi Tegowangi, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga bermanfaat dan Terimakasih. 
Wassalam mualaikum warohmatullohi wabarokatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Asal-usul Destinasi Wisata Waduk Siman Kediri Jawa Timur.

Jejak Sejarah Kerajaan Majapahit di Bumi Banturejo - Bayem - Kasembon - Malang.

Tumenggung Surontani I (Raden Kertoyudo) .