Prasasti Paradah
Assalam mualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
Hallo Gaes..!
Jumpa Kembali dengan Lereng Kelud Hanters, All Life Chanels.
Eksplore Anytime Anywhere..!!!
Semoga sahabat selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan rejeki yang berlimpah serta dipermudahkan segala urusannya. Aamiin Yaa Robbal allamin.
Kali ini kita akan mencoba mengulas sebuah topik sejarah masa lampau yang tentunya menarik untuk dipelajari dan kita simak bersama sama.
Yaitu, sebuah coretan tinta emas sejarah peradapan para leluhur Nusantara yang telah berdiri kokoh selama ribuan tahun silam yang berbentuk sebuah prasasti.
Sesuai dengan tempatnya ditemukan pula, Prasasti ini diberi nama Prasasti Paradah...
Prasasti ini terletak didusun Bogor Pradah Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Provinsi Jawa timur.
Di Era Pra Kerajaan Kadiri yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kediri tersebutlah, Prasasti Siman atau Prasasti Paradah tersebut Dibuat.
Prasasti Paradah berjumlah dua buah, yakni disebut, Prasasti Paradah satu dan Prasasti Paradah dua.
Selain dua buah Prasasti ini, terdapat pula Prasasti Harinjing.
Prasasti Harinjing ditemukan di dekat prasasti paradah ini berada.
Dan kini Prasasti Harinjing, telah diamankan di museum Nasional Jakarta.
Kondisi Prasasti Paradah 1 dan 2 relatif masih utuh dan terawat, karena prasasti ini saat ditemukan sudah berada diatas permukaan tanah sejak Prasasti ini ditemukan.
Oleh karena itu aksara aksara yang terpahat diprasasti inipun relatif masih jelas terbaca, bila dibandingkan dengan prasasti prasasti yang lain.
Berikut alih aksara dari 8 baris awal Prasasti Paradah 2 tersebut.
1. Swasti cakawarsatita 865 crawana masa tithi pancami cuklapaksa,pa, ka.
2. So wara ksatra.
3. Raja Rakai Hino Pu Sindok Cri Icana Wikrama Dharmotunggadewa tinadah Rakriyan mapinghai i halu pu sahasra umingso.
4. R i Rakai Kanuruhan pu kumonakan ikanang lmah sawah i paradahi tutuganing tandai paradah.
5. Hyang dharmma kamulan winli deng sang slak mas ka 2 rikanang rama i paradah sapasuk wanua kabeh muang ikanang lmah gaga warukwaruk i tagi watak para.
6. Wan imah kanayakan tan kakatihan halu para ko ka nan tan palu angi draby haji panggu han i tagi ukurnya tampah 6 winli de.
7. Mas ka 1 su 10 i tagi sapasuk wanua kabeh siman susukan de sang sluknya ikanang sawah winli sinduk i paradah.
8. Ka arpanakna i sang hyang dhar (mma) kamulan i punya sang sluk i paradah lorning luah paknanya punpunana sang hyang dharmma kamulan umyarpaga A.
Berdasarkan alih bahasa tersebut dapat di ketahui bahwa, Prasasti Paradah 2 berasal dari tahun 865 Saka atau 943 Masehi.
Prasasti ini berisi tentang Maharaja Rakai Hino Mpu Sindok atau empu Sendok (Sri Ishana Wikrama dharma tungga dewa) yang diterima oleh Rakryan Mapinghe i Halu Pu Saharsa. Kemudian di turunkan pada Rakai Kanuruhan Pu Da.
Dimana, Maharaja Mpu Sendok memerintahkan agar tanah sawah yang terletak di sebelah utara sungai di desa Paradah, yang telah di beli oleh Sang Sluk dari Rama di Paradah, dijadikan sima sebagai bangunan suci untuk Hyang Dharmma kamulan.
Empu Sendok adalah salah satu tokoh yang memindahkan pusat kekuasaan Kerajaan Medang kamulan (Mataram Kuno) dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Beliau juga mendirikan wangsa baru yakni Wangsa Isyana yang memegang tampuk pemerintahan di Kerajaan Medang Kamulan periode Jawa Timur.
Seperti diketahui bahwa masa pemerintahan empu Sendok masih terpaut jauh dengan masa pemerintahan Kerajaan Kadiri, sehingga Prasasti Siman atau Prasasti Paradah ini tercatat sebagai Prasasti sejarah Era Pra Kadiri.
Meskipun demikian, nama Kadiri telah lebih dahulu di kenal dalam Prasasti Harinjing pada tahun 843 Saka atau 921 Masehi yang berasal dari masa pemerintahan Maharaja Rakai Dyah Tulodhong, Raja Medang periode Jawa Tengah.
Demikin sedikit informasi yang dapat kita gali dari Situs Prasasti Paradah. Yang tentunya kita dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari sejarah Kejayaan Para Leluhur Kita Dimasa Lampau, Sejarah Kejayaan Nusantara kita tercinta.
Semoga bermanfaat.
Terimakasih.
Wasalam mualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..
Komentar
Posting Komentar