CANDI SUROWONO


Assalam mualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Hallo Gaes..!
Jumpa Kembali dengan Lereng Kelud Hanters, All Life Chanels Eksplore enytime enywhere.

Semoga sahabat Lereng Kelud hunters selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan rejeki yang berlimpah serta dipermudahkan segala urusannya. Aamiin Yaa Robbal allamin.

Kali ini kita akan mencoba mengulas sebuah topik sejarah masa lampau era Kerajaan Majapahit yang tentunya menarik untuk dipelajari dan kita simak bersama sama.


Yaitu, sebuah coretan tinta emas sejarah peradapan para leluhur Nusantara yang telah berdiri kokoh selama berabad-abad silam yang berbentuk sebuah struktur bangunan candi yang indah tidak pudar oleh zaman.
Candi itu bernama, Candi Surowono.

Candi Surowono merupakan sebuah candi Hindu dari jaman Kerajaan Majapahit.
Berukuran kecil namun dengan relief relief cantik.

Candi Surowono Terletak di wilayah administratif Desa Canggu, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Provinsi Jawa timur, Indonesia.
Berada di 28 Km dari Kota Kediri atau 105 kilometer atau 2,5 jam perjalanan dari Kota Surabaya.

Candi Surowono diperkirakan dibangun pada tahun 1390 M sebagai tempat pendharmaan bagi Wijayarajasa, Bhre Wengker.

Candi Surowono, Bernama yang sebenarnya adalah Wishnubhawanapura.
Candi Surowono Masih dalam keadaan belum sepenuhnya utuh bentuk struktur bangunan candinya, atau dapat dikatakan belum sempurna sepenuhnya.

Banyak sekali batuan candi yang diletakkan di daerah terbuka pada pelataran candi yang luas, menunggu untuk disusun kembali menjadi sebuah candi yang utuh dan indah seperti sediakala saat candi ini pertama dibangun.

Papan nama Candi Surowono, dengan latar belakang Candi Surowono dan balok-balok beton memanjang tempat diletakkannya bebatuan candi yang belum tersusun pada tempatnya semula.

Balok-balok beton dan taman yang cukup asri menunjukkan bahwa telah ada perhatian yang cukup memadai dari pejabat di instansi terkait terhadap Candi Surowono yang sudah berusia lebih dari 600 tahun ini.

Sebuah arca sebatas dada bertangan empat yang diletakkan terpisah dari Candi Surowono dengan wajah yang sudah agak rusak.

Sebuah arca batu lainnya tanpa bagian bawah dan bagian atas rusak, yang tampak seperti seorang pendeta berjanggut bertubuh bungkuk dengan hiasan di telinga dan lehernya, sementara posisi tangannya tampak menyangga ke atas.

Arca batu lainnya yang tanpa bagian bawah juga, namun dengan posisi badan yang lebih tegak, hiasan telinga yang lebih pendek dan wajah yang masih lebih utuh, dengan posisi tangan yang juga menyangga ke atas.

Bagian bawah Candi Surowono dilihat dari samping depan, dengan bentuk dasar candi yang cukup utuh terutama di bagian sampingnya.

Bagian depan Candi Surowono tampak masih memerlukan perbaikan dan penyempurnaan kembali.
Sedangkan bagian atas Candi Surowono ini sudah lenyap tak berbekas, entah dikarenakan sebab apa? Dinas terkait dan para arkeolog juga masih belum dapat menemukan jawabannya.

Candi Surowono diperkirakan dibangun pada tahun 1390 masehi, namun baru selesai pada tahun 1400 Masehi saat candi ini digunakan.
Candi Surowono dibuat sebagai tempat pensucian atau pendharmaan bagi Wijayarajasa, Bhre Wengker, yang merupakan paman dari Rajasanagara, Raja Majapahit.
Bhre Wengker meninggal pada 1388.

Upacara sraddha bagi Bhre Wengker, yang merupakan sebuah upacara ritual yang dilakukan 12 tahun setelah kematiannya. diselenggarakan pada tahun1400 masehi, tahun yang kemudian diduga sebagai tahun perkiraan selesainya bangunan Candi Surowono ini.

Pada bagian Candi Surowono ini terdapat beberapa relief yang dikerjakan dengan halus.
Pada kaki Candi Surowono terdapat relief-relief fabel dan juga tantri, sedangkan pada badan Candi Surowono terdapat relief Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa yang digubahnya pada tahun 1035 masehi, serta relief Bubuksah, dan relief Sri Tanjung.

Demikin sedikit informasi yang dapat kita gali dan kita pelajari dari pengalaman kita selama di Candi Surowono, Yang tentunya kita dapat mengambil pelajaran dan hikmah serta manfaat dari sejarah Kejayaan Para Leluhur Kita Dimasa Lampau, Tentunya Sejarah Kejayaan Nusantara kita tercinta.
Semoga bermanfaat dan Terimakasih.
Wasalam mualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..



 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Asal-usul Destinasi Wisata Waduk Siman Kediri Jawa Timur.

Jejak Sejarah Kerajaan Majapahit di Bumi Banturejo - Bayem - Kasembon - Malang.

Tumenggung Surontani I (Raden Kertoyudo) .