Mbah Gentong Bioro Kandangan Kediri
Assalam'uallaikum warohmatulohi wabarokatuh.
Ketemu lagi dengan lereng kelud hanter, All life, Explore anytime anywhere.
Semoga sahabat gaes semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang barokah tentunya dipermudahkan semua urusannya. Aamin....
Kali ini kita akan mencoba mengulas sebuah situs yang menarik untuk kita pelajari yaitu situs Mbah Gentong.
Situs Mbah Gentong terletak di Dusun Bioro, Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Situs ini menyimpan banyak sekali misteri yang saat ini masih belum terpecahkan, misteri tentang riwayat dan sejarahnya sendiri.
Situs Mbah Gentong Bioro, itulah nama yang biasa warga setempat sebutkan.
Menelusuri jejak sejarah situs ini cukup sulit karena kita terhambat dengan minimnya literasi sejarah terkait keberadaan situs Mbah Gentong Bioro ini.
Berdasarkan penjelasan sumber informasi yang yang diperoleh, inskripsi pada tugu yang terletak berdampingan dengan gentong, diidentifikasikan menggunakan aksara “kuadrat”, dan aksara ini digunakan pada masa Kerajaan Kadiri maupun Singasari.
Aksara kuadrat merupakan perkembangan atau perubahan dari aksara “kawi”, sedangkan aksara kawi itu sendiri menginduk pada aksara (pallawa).
Selain digunakan di wilayah kekuasaan Kerajaan Kadiri, dan Singasari. Aksara kuadrat ternyata digunakan kerajaan-kerajaan diluar pulau Jawa. Hal ini bisa dibuktikan pada situs-situs kuno di Bali yang bertuliskan aksara kuadrat, sekaligus membuktikan adanya kedekatan antara kerajaan di Bali dengan kerajaan di Jawa.
Kedekatan tersebut dapat dibuktikan dari sejarah kekerabatan antara kerajaan di Bali dengan kerajaan di Jawa pada masa pemerintahan Kerajaan Kahuripan.
Garis keturunan Raja Airlangga yang berasal dari Wangsa Isyana, berstatus keturunan Raja Udayana dari Kerajaan Bedahulu, dan Ratu Mahendradatta dari Kerajaan Medang.
Kembali pada keberadaan situs gentong bioro, inskripsi yang tertulis di tugu tersebut merupakan sengkalan yang menunjukkan tahun 1171 saka atau 1250 Masehi. Merujuk sengkalan tahun 1171 saka, menunjukkan (timeline) sejarah masa pemerintahan Kerajaan Tumapel dibawah kekuasaan Raja Wisnu Wardhana.
Wisnu Wardhana atau Ranggawuni atau Seminingrat adalah putra dari Anusapati, dan Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung, dan Ken Dedes.
Kembali pada keberadaan situs Mbah Gentong Bioro, menurut juru kunci situs tersebut, tiap bulan “suro”, warga desa setempat selalu menjalan aktifitas tradisi rutin tahunan.
Tidak hanya itu saja, warga di Desa Kandangan, rutin setiap jumat legi melakukan aktifitas tradisi turun temurun. Dari keterangan tersebut, bisa ditarik benang merah antara situs Gentong Bioro dengan kebudayaan warga setempat.
Semoga bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih
Wassalam'uallaikum warohmatulohi wabarokatuh
Komentar
Posting Komentar