Mbah Poncowati

Raden PONCOWATI



atau Mbah Poncowati

Yaitu sebuah situs Punden berupa makam yang dikenal dengan nama Punden Makam Mbah Poncowati terletak di tengah-tengah area persawahan di Desa Juwah Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Jawa Timur Indonesia.

Makam Mbah Poncowati tertutup dibawah batang pohon kamboja Kuno yang usia diperkirakan ratusan tahun dan diameter pohon ini besar sekali bila dibandingkan dengan pohon kamboja yang lain. Pohon Kamboja ini tumbuh mendatar dan tegak ketas berada tepat di atas makam tersebut, sehingga makam tersebut 100℅ tertutupi pohon kamboja tersebut. 

Mbah Poncowati ini dikenal sebagai saudara dari Mbah Poncotoyo yang pundennya ada di kramatan atau makam yang berada di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Menurut legenda penduduk setempat, pada jaman dahulu ada Lima pendekar dan merupakan para Laskar perjuangan Pangeran Diponegoro saat melawan penjajahan Voc di Nusantara, yaitu Raden Poncoreno, Raden Poncotoyo, Raden Poncowati, Raden Poncolegowo, dan Raden Anengpati yang membuka hutan diwilayah Kediri timur, jombang dan Mbanu Selorejo Ngantang Malang. untuk dijadikan pemukiman atau desa. Namun kelima pendekar ini kemudian berpisah untuk membuka hutan di daerah yang lain yang telah disebutkan diatas. 

Ketika terjadi peperangan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830 dan akhirnya Sang Pangeran kalah akibat penghianatan Kolonial Belanda, akhirnya para prajuritnya bertebaran ke berbagai daerah demi keamanan dan keberlanjutan perjuangan mereka.

Salah satu dari para prajurit Pangeran Diponegoro adalah Raden Poncoreno, putra seorang demang yang menjabat di wilayah Kadipaten Kediri. Raden Poncoreno menjelajahi daerah selatan Pulau Jawa lalu singgah di kediaman kakeknya, Raden Tumenggung Suratani II, yang merupakan seorang tumenggung di wilayah Kadipaten Tulungagung. Kakeknya memberi petunjuk untuk mencari wilayah tepi Sungai Konto di utara Gunung Kelud dan tinggal di sana. Raden Poncoreno akhirnya mengikuti petunjuk kakeknya dan melanjutkan perjalananya sampai di wilayah tepi Sungai Konto tepatnya di Taman Wisata Selorejo.

Beliau tinggal di sana hingga mendapatkan banyak kerabat dan anak. Raden Poncoreno mempunyai empat orang saudara, yaitu Raden Poncotoyo (Mbah Karsiman) tinggal di Desa Siman, Raden Anengpati (Mbah Jimat) tinggal di Desa Keling, Raden Poncolegowo (Mbah Macan Wulung) tinggal di Wonosalam, dan Raden Poncowati (Mbah Patih) tinggal di Desa Juwah.

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Asal-usul Destinasi Wisata Waduk Siman Kediri Jawa Timur.

Jejak Sejarah Kerajaan Majapahit di Bumi Banturejo - Bayem - Kasembon - Malang.

Tumenggung Surontani I (Raden Kertoyudo) .