Monument Harinjing 1 Kali Konto

Assalam'uallaikum warohmatulohi wabarokatuh. 

Ketemu lagi dengan lereng kelud hanter, All life, Explore anytime anywhere. 

Semoga sahabat gaes semua selalu diberikan kesehatan dan rejeki yang barokah tentunya dipermudahkan semua urusannya. Aamin.... 


Beberapa monumen telah dibangun untuk penghormatan kepada Sang Begawan, Bagawanta Bhari atau masyarat sekitar biasa menyebutnya Mbah Ponco Thoyo.


Salah satunya monumen pengingat Hari Jadi Kediri yang nyaris terlupakan.


Monumen penghormatan Bagawanta Bhari yang paling dikenal dan mempunyai letak yang paling strategis adalah Monument Patung Harinjing yang berbentuk patung sosok Bagawanta Bhari. Lokasinya mudah dijumpai, yaitu berada tepat ditengah pertigaan Dusun Pluncing Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.


Patung lainnya ada di halaman Balai Desa Siman yang baru dibuat beberapa tahun silam.


Padahal sebenarnya ada lagi monumen lain yang telah dibuat lebih dulu sebagai pengingat jasa Bagawanta Bhari.


Namanya adalah Monument Harinjing Kali Konto. Dan luar biasanya Monumen ini Ditetapkan oleh Bupati ASMONO dan Diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto kala itu. 


Pada saat pembangunannya, monument ini sengaja diletakkan dititik  pangkal sudetan dari Kali Konto yang dialirkan ke Sungai Harinjing. Monument ini dijadikan tanda atau titik koordinat lokasi tersebut, diduga sebagai Sudetan awal Kali Serinjing.


Lokasi Monument ini berada tepat di perbatasan antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang. Lokasinya cukup jauh dari permukiman warga. Yaitu berada di bantaran Kali Konto, termasuk dalam wilayah Administratif Dusun Bogor Pradah Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri (Kediri paling timur).


Sedangkan arah timur dari Monument ini atau seberang Kali Konto bagian timur sudah termasuk wilayah Administratif Desa Pondok Agung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang.


Karena posisi jembatan Kali Konto sekarang berubah posisi setelah pembangunan jembatan yang baru, dikarenakan jembatan lama telah hancur saat diterjang banjir bandang dahsyat lahar dingin gunung Kelud saat erupsi tahun 2014 silam. Letak Monument ini sekarang berada diselatan jembatan baru jadi tidak begitu terlihat dari akses jalan Menuju jembatan Kali Konto.


Monumen ini mempunyai tinggi 5 meter, struktur nya pun sangat bermakna. Terdapat relief relief yang Menceritakan perjalanan pembangunan kali sudetan Serinjing oleh Bagawanta Bhari, membendung Kali Konto untuk dialirkan ke Kali Serinjing kala itu, dan yang paling utama adalah sungai ini mampu menjadi sumber kehidupan bagi seluruh penduduk Kabupaten Kediri antara lain adalah untuk keperluan hidup sehari hari, mandi, mencuci, air bersih, irigasi untuk pertanian yang berlimpah sepanjang waktu sehingga menjadikan penduduknya sukses dalam bidang pertanian, bercocok tanam, berternak dan lain lain. Sehingga menjadikan Kabupaten Kediri, menjadi daerah yang Gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo (Baldatun Toyibatun Wa Robbun Ghofur).


Ada pula cerita prosesi penganugerahan tanah Sima. Cerita tersebut digambarkan pada relief berbentuk segi lima. Ada di bagian kaki monumen yang dibuat pada 1985 era Bupati Kediri Asmono.


Tak hanya proses pembuatan megaproyek Bagawanta Bhari yang selama ini diabadikan pada Prasasti Harinjing. Relief juga menceritakan kemakmuran zaman dulu dengan sistem bertani.


Pada bagian tubuh monumen berbentuk prisma segitiga itu terdapat plakat atau prasasti bertajuk ‘Piagam Penghargaan dan Penghormatan’. Isinya menjelaskan ulasan Prasasti Harinjing. Menandakan lokasi tempat pembangunan dawuhan Serinjing.Dan mengingatkan kembali mahakarya Sang Bagawanta Bhari. Ditandatangani tepat pada peringatan 1181 tahun Hari Jadi Kabupaten Kediri.


Bila tak diperhatikan seksama dari dekat, tulisan dan relief tersebut tidak begitu tampak saat dipandang. Apalagi bagian kaki monumen saat ini penuh dengan rerumputan. Selain itu, monumen yang menghadap ke arah timur ini tampak kurang menarik perhatian. Padahal gambaran pengetahuan sejarah yang tertulis dan tersirat ini sangat menarik untuk kita uri uri dan kita lestarikan.


Monumen ini adalah Saksi dan bukti sejarah serta tanda bahwa ditanah Monumen ini berdiri, di sinilah sejarah Kabupaten Kediri bermula. Mari kita rawat, kita jaga dan kita lestarikan bersama. monument yang telah berusia 37 tahun pada tahun 2023 ini.


Monumen ini terbukti tetap tegak berdiri setelah diterjang banjir bandang lahar dingin erupsi gunung Kelud yang dasyat pada tahun 2014 silam.


Semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon maaf. Ketemu lagi di next video. 

Wassalam mualaikum warohmatulohi wabarokatuh...! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Asal-usul Destinasi Wisata Waduk Siman Kediri Jawa Timur.

Jejak Sejarah Kerajaan Majapahit di Bumi Banturejo - Bayem - Kasembon - Malang.

Tumenggung Surontani I (Raden Kertoyudo) .