Situs Petirtaan Geneng Brumbung Kabupaten Kediri

Assalam mualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Hallo Gaess..!.
Semoga semua Sahabat Gaess...! Lereng Kelud Hanters selalu diberikan kesehatan dan Riski yang berlimpah serta dimudahkan segala urusannya...! Aamiin yaa robbal allamin...!.

Okey Gaes..!.
Kali ini kita akan UPDATE TERBARU SITUS PETIRTAAN Geneng TAHUN 2023.

Situs petirtaan Geneng ditemukan Pada tanggal 3 Juli tahun 2020 yang lalu.
Kronologi Penemuan situs petirtaan Geneng ini, ditemukan secara tidak sengaja oleh warga beserta Bapak Sulton beliau selaku Kepala Dusun Kebon Agung Desa Brumbung Kecamatan Kepung.
Pada saat mereka sedang melaksanakan kegiatan kerja bakti dikawasan ngeneng ini, yaitu membuat proyek kolam renang untuk wahana anak anak.
Pada saat penggalian berada kurang lebih dikedalaman 2 sampai 3 meter dibawah permukaan tanah,  mereka secara tidak sengaja mereka dikejutkan dengan temuan struktur bangunan yang tersusun dari batu bata kuno. Darisinilah Sejarah situs Geneng bermula.

Situs Petirtaan Geneng disebut juga sebagai Candi Ngeneng Kali Tempur.

Situs Petirtaan ini berdekatan dengan Kawasan Wisata Kali Tempur, tepatnya berada di Dusun Kebonagung Desa Brumbung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Provinsi Jawa timur Indonesia.

Situs Petirtaan Geneng diperkirakan sebagai situs Peninggalan Kerajaan Kadiri.
Struktur Situs Petirtaan ini berbentuk kotak dengan susunan batu bata dengan Ornamen Relief Orang Naik kuda. Kalau kami menyebut ornamen ini. Orang sedang menaiki seekor Kebau. Dan dilengkapi dengan Jalwarad pancuran air yang menambah keindahan situs petirtaan ini.
Diduga Petirtaan ini memiliki arsitektur khas Era Kerajaan Kadiri .

Pasca dieskavasi Situs petirtaan ini pun dijadikan salah satu destinasi wisata baru di kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

Pengelola Kawasan Cagar budaya dan kawasan wisata sejarah dan edukasi dan taman bermain ini terus berbenah selepas masa pandemi covid 19 yang lalu. Dikawasan ini juga sudah dilengkapi dengan Wahana Kolam renang berupa bendungan atau kolam kali tempur Stand warung warung, rest area, gazebo, toilet dan tempat ganti baju, parkir dan lain lain. Sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang recommended untuk kita kunjungi.

Situs ini, diperkirakan berasal dari peninggalan Kerajaan Kadiri, memiliki 4 Jalwarad pancuran air yang masih berfungsi dan satu Pancuran air yang berornamen Orang sedang menaiki seekor kerbau. Situs petirtaan ini selalu dipenuhi air jernih yang berlimpah, serta pada masing-masing lubang Jalwarad selalu memancarkan air yang berasal dari saluran Arung air yang berada ditimur situs ini.

Para Arkeolog menduga bahwa Struktur Bangunan ini diperkirakan berasal dari abad ke 11 sampai dengan abad ke 14 yaitu era kerajaan Majapahit.

Dikawasan situs Geneng ini dipercaya banyak terdapat situs situs peninggalan era Kerajaan Kadiri.
Terbukti dari banyaknya penemuan penemuan Artefak berupa Prasasti Ngeneng 1 dan prasasti Ngeneng 2, 2 patung Dwarapala, 3 Yoni, 1 Kala, 1 patung dewa Brahma, 2 Jeding atau tempat air, Watu dakon, dan banyak terdapat pecahan pecahan artefak diarea ini.

Ahli Geologi Teknik Geofisika ITS, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Kelud setinggi 1.731 meter diatas permukaan laut (MDPL) hingga saat ini menimbulkan letusan eksplosif berupa letusan yang dahsyat saat Erupsi.

Diduga Akibat erupsi gunung Kelud di masa lalu dari waktu ke waktu mampu mengubur situs ini kurang lebih 2 sampai 3 meter dibawah permukaan tanah.

Pasca penggalian, maka para arkeolog mendapatkan kesimpulan bahwa struktur ini adalah struktur pemandian kuno yang diperuntukkan untuk raja raja Era Kerajaan Kadiri.
Menurut kepala dusun setempat Air petirtaan ini akan berubah warna kebiru biruan pada saat malam hari, pada hari hari tertentu tuturnya.

Situs ini tercatat dalam prasasti Geneng Dua pada abad ke-14.
Namun demikian, tidak ada catatan dan registrasi peninggalan kuno Hindia Belanda dan Inggris sejak tahun 1800-an.

Jika terkubur saat letusan besar Gunung Kelud tahun 1919. Belanda pasti mencatatnya.
Situs ini Kemungkinan tersembunyi saat terjadi letusan Gunung Kelud pada 1500 an.

Ditempat yang sama ini warga juga menemukan prasasti dari jaman kerajaan yang berbeda.

Prasati Geneng I pada era Raja BAMESWARA tahun 1050 sampai dengan 1128 masehi dan prasasti Geneng II pada era Ratu TRI BUWANA TUNGGA DEWI tahun 1251 sampai dengan 1329 masehi.

2 Prasasti tersebut lengkap dengan ukiran aksara Jawa kuno di sekelilingnya. Prasasti ini biasa disebut warga setempat dengan sebutan Watu Tulis sekarang disimpan di Balai Desa Brumbung.

Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kediri memastikan bahwa PETIRTAAN KUNO itu termasuk dalam benda yang diduga cagar budaya (ODCB).

Terkait temuan tersebut, pihaknya menyerahkan kepada BPCB Jawa Timur untuk observasi dan penelitian.

Kepala Dinas Sejarah dan Purbakala mengatakan, penggalian kedua dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri ini meminjam alat dari Dinas Pekerjaan Umum untuk mempercepat pekerjaan di lapangan.

Apalagi di lokasi ditemukannya petirtaan tersebut tekstur tanahnya berbatu dan berlapis.

Dinas Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, membenarkan temuan tersebut telah dilindungi undang-undang.

Sebagai upaya untuk menyelamatkan dan menghindari kerusakan, BPCB Jawa Timur menyarankan agar tidak dilakukan penggalian lebih lanjut di kawasan tersebut hingga ada rekomendasi lebih lanjut.

Penemuan petirtaan di kawasan Kepung ini mempertebal jejak kehidupan manusia yang terkubur akibat letusan Gunung Kelud.

Kawasan perbatasan timur Kediri yang berdekatan dengan perbatasan Kabupaten Malang kerap menjadi sorotan, karena banyak ditemukan benda purbakala.

Pemerintah Desa Brumbung membuat tempat khusus untuk menyimpan benda purbakala yang ditemukan warga di Balai Desa Brumbung.

Sedangkan penggalian Situs Brumbung Kepung ini dilakukan untuk mengetahui bentuk dan ukuran struktur bangunan, karena memiliki nilai penting dalam bidang ilmu pengetahuan, sejarah, budaya dan keagamaan.

Untuk bisa mengunjungi situs di brumbung ini, kita bisa menempuh dengan 2 jalur alternatif.

Pertama, dari arah Plosoklaten, Kediri, yakni anda terus ikuti jalam Plosokaten-Pare hingga sampai di desa Gedang Sewu.

Setelah anda sampai di pertigaan Perhutani, silahkan belok kanan timur ke jalan Puncu Kepung.
Setelah sampai dijalan raya harinjing melewati Kantor Kecamatan Kepung terus kerah timur hingga kita sampai di desa Brumbung.

Jalan yang kedua, yakni melewati jalan raya Pare Kandangan. Setelah kita sampai di desa Damarwulan, kita akan menemukan gapura yang bertuliskan PLTA Siman yang ada di kanan jalan.

Lalu ikuti jalan tersebut ke arah selatan menuju PLTA tersebut, dan kita akan sampai di desa Brumbung.

Sekian ulasan kita mengenai situs petirtaan Geneng. Semoga kedepan sejarah peradaban Nusantara yang masih diselimuti tabir misteri yang belum terungkap. Akan segera Terungkap dan terpecahkan. Aamin.
Kurang lebihnya mohon maaf.
Jayalah Negeriku Jayalah Bangsaku.
Terimakasih...!


Bilaihi tofik wal hidayah. Wassalam mualaikum Warohmatullohi wabarokatuh...! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Asal-usul Destinasi Wisata Waduk Siman Kediri Jawa Timur.

Jejak Sejarah Kerajaan Majapahit di Bumi Banturejo - Bayem - Kasembon - Malang.

Tumenggung Surontani I (Raden Kertoyudo) .